Get me outta here!

Sabtu, 05 November 2016

KAJIAN GEOMETRI DAN PENGUKURAN SEKOLAH DASAR

KAJIAN GEOMETRI DAN PENGUKURAN SEKOLAH DASAR

Pencerminan













Perhatikan  sewaktu  Anda  bercermin,  maka  akan  muncul  gambar  lain  yang 
disebut dengan bayangan.  Apa yang Anda ketahui mengenai bayangan Anda? 
Apakah  bayangan  tersebut  memiliki  bentuk  yang  sama  dengan  Anda?  Jika 
Anda  menjauh,  bayangan  juga  ikut  menjauh?  Bagaimana  bayangannya  jika 
Anda  mendekat?  Bagaimana  jika  Anda  mengangkat  tangan  kanan?  Ternyata 
tangan  kanan  Anda  akan  menjadi  tangan  kiri  dalam  bayangan.  Gambar  di 
bawah ini menunjukkan orang yang sedang bercermin.  
Keadaan tersebut merupakan gambaran tentang peristiwa pencerminan atau 
refleksi.  Untuk  melakukan  suatu  refleksi  atau  pencerminan  diperlukan 
cermin.    Cermin  merupakan  garis  atau  sumbu  yang  menunjukkan  jarak  kita 
ke  cermin  sama  dengan  jarak  bayangan  ke  cermin.  Karena  itu  cermin 
merupakan  sumbu  sedemikian  rupa  yang  menunjukkan  jarak  orang  ke 
cermin    sama  dengan  jarak  bayangan  kecermin.  Hal  seperti  itu    dikatakan 
bahwa orang dan bayangannya adalah simetris.  
Amatilah  pada  gambar  di  bawah  ini  dimana  segitiga  ABC  dicerminkan 

terhadap garis k, bayangannya adalah segitiga A'B'C'.












Jika Anda memperhatikan dengan cermat, maka akan nampak bahwa:  
a.  ∆ABC kongruen (bentuk dan ukurannya sama) dengan  ∆A’B’C’ 
b.  Jarak titik A ke cermin sama dengan jarak titik A’ ke cermin  
c.  Jarak titik B ke cermin sama dengan jarak titik B’ ke cermin  
d.  Jarak titik C ke cermin sama dengan jarak titik C’ ke cermin 
e.  Garis  penghubung  suatu  titik  dengan  bayangannya (misal AA’)  tegak 
lurus cermin 
Berdasarkan  pengamatan  tersebut,  maka  Anda  akan  mengetahui  sifat-sifat 
pencerminan, yaitu:  
a.  posisi gambar bayangan sama dengan posisi benda asal. 
b.  jarak  gambar  bayangan  dari  cermin  sama  jauh  dengan  jarak  benda  asal 
dengan cermin. 
c.  ukuran  bayangan  sama  besar  dengan  ukuran  benda  asal,  hanya 
gambarnya berlawanan. 
d.  letak gambar bayangan dan benda asal tegak lurus dengan cermin.  
e.  dalam  melakukan  proses  pencerminan,  ada  titik-titik  yang  tetap  (tidak 
berubah  letaknya)  disebut  titik  invarian,  yaitu  titik-titik  yang  terletak 
pada garis cermin.  
f.  garis cermin ini disebut garis simetri atau dikenal dengan sumbu simetri.  
Benda  yang  mempunyai  sumbu  simetri  dikatakan  benda  yang  simetris  yaitu 
sifat  bangun  atau  benda  yang  memiliki  garis  (garis  simetri)  yang  membelah 
bangun  menjadi  dua  bagian  kongruen  (sama  dan  sebangun).    Contoh:  kupu-
kupu, kelelawar, persegi, dan sebagainya.  









2.  Simetri  
Lihat  kupu-kupu  yang  indah,  bagian  kiri  kupu-kupu  sama  dengan  bagian 
kanan.  Jika  kupu-kupu  merapatkan  sayapnya,  kedua  sayap  tersebut  tepat 
berhimpit satu sama lain. Kita sebut kupu-kupu memiliki bentuk simetris. 
Selanjutnya  lipatlah  sebuah  persegi  tepat  di  tengah  seperti 
pada  gambar  di  samping.  Nampak  bahwa,  kedua  bagian 
persegi  tepat  berhimpit  satu    sama  lain.  Garis  putus-putus  ini 
disebut  garis  simetri  atau  sumbu  simetri.  Jadi  simetri  adalah 
bagian  kiri  sama  dengan  bagian  kanan.  Jika  kedua  bagian 
dirapatkan, maka keduanya akan tepat berhimpit satu sama lain.  
Di  alam  banyak  sekali  benda-benda  yang  simetris  seperti:  serangga,  laba-
laba,  kelelawar,  bunga,  daun,  dan  lain-lain.  Cobalah  sebutkan  benda-benda 
yang  simetris  lainnya.  Selain  itu,  pada  huruf  kapital  pun  ada  simetri.  
Perhatikan huruf berikut. 
1. A
2. H
3. I
4. M
5. E 
Sebutkanlah huruf kapital lain yang simetris. 
garis simetri 
Gb 1.4 Huruf kapital yang simetris 



3.  Simetri Lipat
Perhatikanlah model persegipanjang di bawah ini. 
                                                                      
Persegipanjang  dapat  dibuat  dari  kertas  atau  dari  bahan  lain  yang  mudah
dilipat. Apabila persegipanjang tersebut dilipat sepanjang garis  s, bagian kiri
tepat  berimpit  dengan  bagian  kanan,  maka  dikatakan  bahwa  persegipanjang
memiliki  simetri  lipat.    Jadi  Simetri  lipat  adalah  suatu  bangun  datar  yang
apabila  dilipat  bagian  kiri  tepat  berimpit  dengan  bagian  kanan.      Garis  s 
disebut sumbu simetri lipat atau sumbu simetri.   Kata-kata lain untuk  simetri
lipat ialah simetri garis, sumbu simetri, simetri cermin.


Jumat, 04 November 2016

Membuat Desain Pembelajaran Sebagai Pengalaman Belajar di Sekolah Dasar Bantuan dengan Tinjau luas

Pengalaman Belajar Peserta Didik

Anak yang berada di level  SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. Masa usia dini ini merupakan masa perkembangan anak yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupannya. Oleh karena itu, pada masa ini  seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut:
(1) Mulai memandang dunia secara objektif, bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan  
      memandang unsur-unsur secara serentak,
(2) Mulai berpikir secara operasional,
(3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda,
(4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan
       hubungan sebab akibat, dan
(5) Memahami konsep substansi, volume zat cair, panjang, lebar, luas, dan berat.  
Karakteristik perkembangan anak pada usia SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian, dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. Selain itu, perkembangan anak dari sisi sosial, terutama anak yang berada pada usia  SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya, telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya, mempunyai sahabat, telah mampu berbagi, dan mandiri.

Tahapan Perkembangan Berpikir Peserta Didik

Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir anak  kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri, yaitu:
Konkrit 
Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik, dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai, sebab peserta didik dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya, keadaan yang alami, sehingga lebih nyata, lebih faktual, lebih bermakna, dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. 
Siswa memerlukan kondisi kongkrit dari apa yang dipelajarinya sehingga dapat memberikan pemahaman yang baik tentang obyek yang dipelajari. Sehingga guru perlu mengusahakan media yang relevan untuk pembelajaran misalnya mengajak ke luar untuk menemui bahan belajar. atau gambar gambar dan contoh contoh interaktif yang bisa dimanfaatkan.
Integratif 
Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan, mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu, hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. 
Hierarkis 
Pada tahapan usia sekolah dasar, cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis, keterkaitan antar materi, dan cakupan keluasan serta kedalaman materi.

Pendekatan Saintifik

Dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik, materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. Penjelasan guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif guru-peserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.
Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu mengapa.” Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa.” Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”. Pelaksanaan pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan merupakan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran melalui:
  1. mengamati;
  2. menanya;
  3. mengumpulkan informasi/mencoba;
  4. menalar/mengasosiasi; dan
  5. mengomunikasikan

Pengembangan dan Pelaksanaan Kurikulum di Sekolah Dasar serta Kajian Gometri dan Pengukuran

Pada sesi ini Saudara akan memulai kegiatan Guru Pembelajar (GP) Moda Dalam Jaringan (Daring) dengan terlebih dahulu mempelajari petunjuk penggunaan Modul Pengembangan dan Pelaksanaan Kurikulum di Sekolah Dasar serta Kajian Geometri dan Pengukuran,  Penjelasan umum kegiatan GP Daring, dan mencermati Alur Kegiatan Pembelajaran. Selanjutnya saudara akan masuk pada sesi sesi pembelajaran yang sudah disiapkan antaranya ada sesi pedagogik dan profesional yang terbagi pada:
  • Pengembangan dan Pelaksanaan Kurikulum di Sekolah Dasar.
  • Pencerminan dan Simetri Putar
  • Luas Bangun Datar dan Volume Bangun Datar
  • Jarak Waktu dan Kecepatan
Setelah Saudara belajar pada GP Moda dalam Jaringan ini Saudara diharapkan dapat mengaplikasikan semua materi dalam lingkungan kerja Saudara.
Teori Dan Konsep Kurikulum
Konsep teori kurikulum sebagai suatu perangkat pernyataan yang memberikan makna terhadap kurikulum sekolah, makna tersebut terjadi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum, karena adanya petunjuk perkembangan, penggunaan dan evaluasi kurikulum. Bahan penyajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan penentuan keputusan, penggunaan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kurikulum, dan lain-lain. Berikut sejarah urutan perkembangan kurikulum di Indonesia
Desain Kurikulum
Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan, isi, serta  proses belajar yang akan diikuti peserta didik pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dan kurikulum, hubungan antara satu unsur dengan unsur  lainnya, prinsip-prinsip pengorganisasian, serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. Dalam desain kurikulum, ada dua dimensi penting, yaitu:
  1. Substansi, unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum,
  1. Model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran.
Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum: Pertama, ketentuan-ketentuan, tentang bagaimana penggunaan kurikulum serta bagaimana mengadakan penyempurnaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman, kedua, kurikulum itu dievaluasi, baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya.
Kurikulum memiliki peranan yang sangat strategis dalam pencapaian tujuan pendidikan. Secara umum fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk membantu peserta didik  untuk mengembangkan pribadinya ke arah tujuan pendidikan. Kurikulum itu segala aspek yang mempengaruhi peserta didik di sekolah, termasuk guru dan sarana serta prasarana lainnya. Kurikulum sebagai program belajar bagi peserta didik, disusun secara sistematis dan logis, diberikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan.
latihan soal
Dalam proses pengembangan dan pelaksanaan kurikulum, yang merupakan penguatan tatakelola dalam kurikulum 2013 adalah ....Sekolah memiliki “full authority and responsibility” dalam menetapkan kurikulum dan pembelajarana. Satuan pendidikan dan guru tidak diberikan kewenangan menyusun silabus, tetapi disusun pada tingkat nasional.b.Satuan pendidikan dan guru diberikan kewenangan menyusun silabus.c.Pemberdayaan sekolah dan satauan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar.PembahasanPada Kurikulum 2013, penyusunan kurikulum dimulai dengan menetapkan standar kompetensi lulusan berdasarkan kesiapan peserta didik, tujuan pendidikan nasional, dan kebutuhan. Setelah kompetensi ditetapkan kemudian ditentukan kurikulumnya yang terdiri dari kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum. Satuan pendidikan dan guru tidak diberikan kewenangan menyusun silabus, tetapi disusun pada tingkat nasional. Guru lebih diberikan kesempatan mengembangkan proses pembelajaran tanpa harus dibebani dengan tugas-tugas penyusunan silabus yang memakan waktu yang banyak dan memerlukan penguasaan teknis penyusunan yang sangat memberatkan guru.